Langsung ke konten utama

Pelajaran Hidup Menjadi Wanita Cantik

Singkat cerita pada tahun 2018 saya dekat dengan seorang laki-laki, sebut saja Mr. L. Kami kenal melalui aplikasi chat line pada tahun 2016. Namun baru bertemu pada tahun 2018. Alasan bertemu saat itu adalah untuk meminjam sebuah buku yang dia unggah di instagram storynya. Setelah pertemuan itu entah mengapa dia jadi sering menghubugi saya untuk sekedar basa-basi atau mengajak nonton dan makan di luar. Penampilannya menarik, wajahnya bisa dibilang lumayan, ilmu agamanya juga bagus dilihat dari background pendidikan dan pekerjaannya. Sehingga sebelum menjalin hubungan lebih jauh saya perlu memastikan apakah dia sudah memilki pasangan (pacar) atau belum. Katanya, dia sudah lama putus dengan pacarnya, sebut saja namanya Ms. N. Dia menceritakan bagaimana kronologinya bisa putus hingga semua sifat Ms. N yang tidak dia sukai. Dan saya mempercayainya.

Hubungan kami berlanjut, semakin dekat. Walaupun saat itu dia belum mengajak saya berpacaran secara resmi. Ketika itu dia sedang proses skripsi untuk mendapatkan gelar sarjana ekonomi. Kemudian saya meminjamkan laptop saya agar dia lebih mudah mengerjakan skripsinya. Tidak berhenti di situ, saya membantu mengerjakan beberapa bagian yang tidak bisa dia kerjakan. Saya juga membantu membuat PPT sidangnya. Saya datang ke sidangnya. Saya juga datang ke wisudanya. Namun anehnya, di acara wisudanya, dia bersikap seolah agar saya cepat pergi. Ternyata sehari kemudian saya melihat dia mengunggah fotonya bersama seorang wanita di acara wisudanya. Jujur saja saya sangat kecewa. Tapi tidak masalah, yang terpenting saya sudah membantunya sebisa saya. Perihal balasannya tidak sebaik semestinya itu urusannya. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak mau berhubungan dengannya lagi. Semua kontaknya saya blokir. Setelah hari itu kami tidak berkabar satu sama lain.

Seminggu lalu, setelah 2 tahun tidak ada kabar tiba-tiba temannya menghubungi saya. memberi nomer whatsapp Mr. L. katanya, “Ini nomer Mr. L. Dia minta file skripsi yang ada di laptopmu.” Saya kaget. Bagaimana seseorang bisa minta tolong melalui orang lain. Saya pun menyuruhnya untuk menghubungi saya secara langsung. Saya beri nomer whatsapp saya, dan Mr. L saat itu juga menhubungi saya. Katanya dia butuh file skripsinya saat itu juga. Namun filenya sudah saya hapus. Sudah tidak ada di laptop. Lalu saya suruh dia untuk melihat dari riwayat email yang dulu saya kirim.

4 hari berselang, ada nomer baru menelfon saya. Saya pikir itu panggilan kerja dari perusahaan ternyata panggilan telfon dari seorang perempuan. Marah-marah. Membentak saya dengan nada tinggi. “Hallo. Ini siapa?” Tanya saya. Namun wanita itu justru balik bertanya dengan nada tinggi “Ya di situ namanya siapa?” saya jawab “tidak ada namanya. Ini siapa?”. Perempuan itu semakin membentak saya. Karena panggilan tidak jelas akhirnya saya matikan telfonnya. Seketika saya lihat foto profilnya, ternyata nomer whatsapp Mr. L karena memang kontaknya tidak saya simpan. Saya terkejut sekaligus kesal, saat itu juga saya telfon kembali nomernya. Namun yang terjadi perempuan itu semakin tidak kontrol diri, dia mengatai saya “dasar lo cewek genit, ganjen. Gatau malu lo. Udah muka jelek, pesek, jerawatan, bocil.”  Ternyata wanita itu adalah Ms. N pacar Mr. L yang dulu dia bilang sudah putus. Mereka mungkin balikan. Mr. N mungkin cemburu dengan riwayat chat Mr. L dengan saya. Oh iya, ternyata Mr. N menggunakan fake account untuk stalking ig saya sehingga dia tahu semua aktifitas saya sejak dulu.

sc pic: http://duniabelajarsiswapintar158.blogspot.com/
Saya sangat sakit hati. Dikata-katai yang tidak-tidak oleh orang yang tidak saya kenal. Dua hari saya menangis. Berkaca sambil berfikir apakah benar saya jelek?. Insecure dengan semua ucapan perempuan jahat itu. Namun saya harus tetap mengambil pelajaran dari kejadian itu. kecantikan yang dimiliki jangan sampai digunakan untuk merendahkan apalagi menyakiti orang lain. Sekalipun kamu memiliki paras yang sangat cantik menawan kamu tetap harus menjaga ucapmu, karena seseorang dinilai dan dihargai melalui attitudenya. Ibarat kamu mempunyai paras dengan nilai 10 namun attiudenya buruk, nilainya akan menjadi -1. Berhati-hatilah dalam berbicara kepada orang lain. Jika ada masalah dengan pasanganmu perkara dengan orang ketiga. Tanyakan terlebih dahulu pada pasanganmu, minta dia jujur atas apa yang telah dilakukan. Jangan dulu menjudge orang lain perusak hubungan, karena bisa jadi pasanganmu yang tidak menjaga kepercayaanmu.

Untuk semua laki-laki, tolong edukasi dirimu dan pasanganmu dengan benar. Belajarlah cara memperlakukan orang lain baik saat kalian sedang dalam emosi yang bagus maupun sedang dalam emosi marah. Bersikaplah cukup dewasa dalam menjalin hubungan. Saya yakin, kalian semua laki-laki jaman sekarang paham betul perihal adab dan sopan santun. Terapkan dalam kehidupan kalian, terapkan juga pada pasangan kalian. Ingat, anak-anak akan meniru sikap dan perilaku orang tuanya. Sebab itu jadilah contoh yang baik bagi calon anak-anakmu nanti.

Kepada Mr. L terimakasih banyak atas kejadian ini. Dari kamu saya mengerti bahwa tidak semua kebaikan akan dibales dengan kebaikan juga. Saya doakan semoga kamu hidup dengan tenang dan mudah dalam segala urusan. Dan juga hubunganmu dengan Ms. N bahagia selalu tidak ada lagi hal-hal yang tidak pantas yang dilakukan oleh Ms. N kepada orang-orang di sekitarmu.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Ciri Orang yang Jatuh Cinta Sendirian, Nomer 2 Sangat Menyakitkan

cr: Joan Alturo Mencintai sendirian termasuk dalam pengakuan sepihak. Artinya kita mengaku bahwa kita mencintai dia namun tidak berlaku sebaliknya, bahasa lainnya dia tidak mencintai kita kembali.  Aduh, ambyar ya, falling in love with people we can’t have . Kebanyakan dari orang yang mencintai sendirian ini berfikir kalau “Aku tulus mencintainya, tidak perlu berbalas. Aku bahagia melihatnya bahagia walupun bahagianya bukan bersamaku”. Berikut ini adalah ciri-ciri kalau kamu sedang mencintai sendirian. 1.  Rasa yang tidak berbalas Pasti sakit banget kan ya? Jatuh cinta, memberi kasih sayang, dan melakukan yang terbaik demi dia tapi dia tidak punya perasaan yang sama ke kita? Ingin menuntut lebih tapi tidak punya hak. Kadang perasaan memberontak, kenapa dia tidak mencintai kita seperti yang kita lakukan? Apa tidak bisa kita saling jatuh cinta saja seperti FTV yang tayang setiap jam 10 pagi? Tapi ya begitulah hati, tidak bisa dipaksa apalagi diatur. Detak jatung kita s...

Perawan Sebelum Menikah, Pentingkah?

Sudah tidak perawan sebelum menikah, salah nggak sih? Cr :Artfucker Bicara tentang keperawanan pasti banyak pro dan kontra dikalangan millenial. Beberapa orang masih menganggap keperawanan adalah hal yang sangat penting untuk dijaga sampai menikah, beberapa lagi merasa dirinya open minded tidak terlalu mempermasalahkan keprawanan sebagai tolak ukur pernikahan. Mereka yang tidak menjadikan keperawanan sebagai harga mati berfikir logis bahwa banyak hal yang lebih penting yang perlu dimiliki perempuan sebelum menikah, misalnya pola pikir atau mindset, attitude, gratitude, tingkah laku, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan hubungannya pada orang lain. Berikut jawaban beberapa orang yang saya dapatkan dari Q and A di akun instagram saya mengenai seberapa penting keperawanan menurut mereka: “Penting, bukan cuma untuk calon suami kelak, tapi juga untuk emosial diri sendiri agar tidak insecure sama diri sendiri.” “Pria itu membimbing kedepannya agar lebih baik, buruknya w...

Realistis: Ngajak Nikah Tapi Hidup Susah, "Aku sih Nggak Mau!"

"Hidup sudah susah, setelah nikah masih mau ngajak susah? Aku sih Nggak Mau". Coba Jawab 3 pertanyaan ini dulu! Source: Car Magazine Laki-laki kaya yang sering disebut pria mapan saat ini menjadi calon suami idaman millenial era four point zero . Dalam hal ini yang dimaksud adalah pekerjaan dan pendapatannya menjadi kriteria utama bagi kebanyakan perempuan di Indonesia.   Setiap perempuan memiliki standar yang wajib dimiliki laki-laki untuk menjadi suaminya. Zaman sekarang, bagi anak muda, kekayaan menjadi salah satu ukuran. Sering sekali menjadi perdebatan sengit saat salah seorang membahas pernikahan yang menyinggung perihal urusan financial. Saya sempat mencoba mengajukan pertanyaan di aplikasi Quora Indonesia, begini pertanyaannya: “ Mengapa wanita millenal tidak mau menikah dengan pria miskin atau pas-pasan?” Sebuah akun dengan nama Selly V menjawab “Hanya sebagian wanita era millenial yang tidak mau menikah degan pria yang hidup pas-pasan apalagi miskin...