"Hidup sudah susah, setelah nikah masih mau ngajak susah? Aku sih Nggak Mau". Coba Jawab 3 pertanyaan ini dulu!
![]() |
| Source: Car Magazine |
Laki-laki kaya
yang sering disebut pria mapan saat ini menjadi calon suami idaman millenial era four point zero. Dalam hal
ini yang dimaksud adalah pekerjaan dan pendapatannya menjadi kriteria utama
bagi kebanyakan perempuan di Indonesia. Setiap perempuan memiliki standar yang wajib dimiliki laki-laki untuk
menjadi suaminya. Zaman sekarang, bagi anak muda, kekayaan menjadi salah satu
ukuran. Sering sekali menjadi perdebatan sengit saat salah seorang membahas
pernikahan yang menyinggung perihal urusan financial.
Saya sempat
mencoba mengajukan pertanyaan di aplikasi Quora Indonesia, begini
pertanyaannya:
“ Mengapa
wanita millenal tidak mau menikah dengan pria miskin atau pas-pasan?”
Sebuah akun
dengan nama Selly V menjawab “Hanya sebagian wanita era millenial yang tidak
mau menikah degan pria yang hidup pas-pasan apalagi miskin. Karena mereka
menghargai kerja keras dan keluarganya. Coba bayangkan: hidup sendiri saja
sudah susah, belum membahagiakan orang tua, sudah ditambah lagi beban hidup
dengan pasangan yang pas-pasan apalagi miskin. Memangnya makan ada yang gratis?
Numpang kencing di wc umum aja bayar loh. Mereka sudah diberi pendidikan oleh
orang tuanya, bekerja atau berusaha sehingga bisa menikmati kehidupannya lalu
tiba-tiba datang pria yang tidak bisa memberi kepastian masa depan atau visi
yang jelas. Siapa yang mau seperti itu? Belum lagi nanti harus mengandung dan
merawat anak, sudah sakitnya luar biasa, badan jelek, setelah anak brojol,
hilang juga waktu luang untuk menikmati hidup minimal 17 tahun sampai anak
dewasa, belum lagi secara financial beban bertambah. Terus uang make up gimana?
Uang buat beli baju kece gimana? Nanti kalau jelek, ditinggal pergi suaminya
yang mencari wanita millenial lain. Hidup realistis aja lah ya”.
Saya sering
sekali mendengar perempuan lajang berbicara seperti ini "Jadi perempuan
realistis aja, orang tua kerja susah payah buat bahagiain anaknya masa pas udah
nikah malah diajak hidup susah. Aku sih ga mau”.
![]() |
| cr: Esty |
Baiklah,
saya punya 3 pertanyaan:
1. Bagaimana
kalau statementnya dibalik? Kalau posisimu sebagai laki-laki yang sedang kerja
keras berjuang, sedang merintis dari bawah, belum sepenuhnya sukses dengan
financially stable atau kondisi ekonomi mapan kemudian kamu punya niat baik
untuk menikah, tapi perempuan yang ingin kamu nikahi berbicara seperti di atas?
Sakit hati tidak?
2. Apakah
jika kamu menikah dengan laki-laki pas-pasan, kondisi ekonominya menengah
kebawah maka hidupmu akan seterusnya berada di strata bawah miskin sampai tua?
Saya rasa tidak. Banyak keluarga sukses walau pada awal menikah mereka masih
dalam keadaan merintis. Coba tanya pada lingkungan sekitarmu, ada tidak yang
awal menikah ekomoninya rendah tapi sekarang sudah mapan atau justru dalam
kategori menengah ke atas?
3. Percaya
jodoh ditangan Tuhan bukan? Maaf kata, bagaimana kalau pada akhirnya kamu
ditakdirkan berjodoh dengan laki-laki pas-pasan lalu Tuhan menghendaki kamu
berjuang bersama dari bawah? Yakin masih ingin menunggu laki-laki mapan? Tidak
jadi menikah dong?
![]() |
| cr: WebNova |
Tidak
masalah kalau tidak mau menikah sekarang-sekarang ini, kalau alasannya jelas untuk kepentingan
personal bukan karena mau menikah hanya dengan laki-laki kaya.
Kita boleh
punya pernikahan dan suami impian masing-masing. Tapi menikah dengan laki-laki
kaya jangan sampai jadi harga mati sebagai syarat pernikahan. Banyak hal yang lebih
penting untuk dijadikan bahan pertimbangan. Iman, tanggungjawab, kasih sayang,
sifat dan sikapnya memperlakukan (wanita) sebagai istrinya. Ekonomi mapan tapi
suka "jajan" diluar, tidak sayang sama mertua, tanggungjawab sama
istri dan anak-anaknya buruk, imannya sebagai imam juga kurang,Untuk apa?
Keuangan bukan satu-satunya penjamin kebahagiaan. Rejeki berputar, tidak
selamanya kita kekurangan, ada lebih juga tidak menjamin akan selamanya lebih. Asal
kita tau cara mengatur keuangan keluarga, kondisi ekonomi keluarga pasti akan
baik. Dan mudah-mudahan kita menikah dengan laki-laki sesuai impian kita, yang
kita sayangi dgn tulus. Kaya dan mapan adalah bonus.
baca juga: 5 ciri kamu sedang jatuh cinta sendirian



Komentar
Posting Komentar