Langsung ke konten utama

5 Ciri Orang yang Jatuh Cinta Sendirian, Nomer 2 Sangat Menyakitkan

cr: Joan Alturo
Mencintai sendirian termasuk dalam pengakuan sepihak. Artinya kita mengaku bahwa kita mencintai dia namun tidak berlaku sebaliknya, bahasa lainnya dia tidak mencintai kita kembali.  Aduh, ambyar ya, falling in love with people we can’t have. Kebanyakan dari orang yang mencintai sendirian ini berfikir kalau “Aku tulus mencintainya, tidak perlu berbalas. Aku bahagia melihatnya bahagia walupun bahagianya bukan bersamaku”. Berikut ini adalah ciri-ciri kalau kamu sedang mencintai sendirian.

1. Rasa yang tidak berbalas
Pasti sakit banget kan ya? Jatuh cinta, memberi kasih sayang, dan melakukan yang terbaik demi dia tapi dia tidak punya perasaan yang sama ke kita? Ingin menuntut lebih tapi tidak punya hak. Kadang perasaan memberontak, kenapa dia tidak mencintai kita seperti yang kita lakukan? Apa tidak bisa kita saling jatuh cinta saja seperti FTV yang tayang setiap jam 10 pagi? Tapi ya begitulah hati, tidak bisa dipaksa apalagi diatur. Detak jatung kita sendiri saja kita tidak bisa mengaturnya, apalagi hati orang lain?

2. Diam-diam mencintai
Bagian ini menurut saya adalah yang paling nenyakitkan. Hanya bisa mengagumi dari jauh, diam-diam memperhatikan, diam-diam memohon doa pada Tuhan, diam-diam berharap agar dia peka dengan perasaan kita, dan mengerti kalau kita memiliki perasaan padanya. Tapi perlu kita ingat, tidak semua orang bisa paham dengan keinginan kita jika hanya memberi kode tanpa komunikasi. Ya memang beberapa keadaan memaksa kita untuk menyimpan rasa sayang kita sendiri tidak peduli seberapa dalam perasaan itu.
cr: Stefan Koidl

3. Pengorbanan dan ketulusan
Karena perasaan yang terlalu dalam kepada seseorang, kita jadi rela berkorban melakukan apapun demi dia, yang penting dia bahagia. Melihatnya bahagia saja kita sudah ikut bahagia, walaupun dia bahagianya tidak bersama kita. Terkadang perasaan cintai memang membutakan mata dan pikiran. Jangan seperti itu ya! melakukan hal yang melampaui batas sampai kita mau melakukan apapun untuk dia. Menunjukkan rasa sayang, kita tidak perlu berkorban sampai merugikan diri sendiri.Nanti justru kita dimanfaatkan olehnya karena dia tau kita mau melakukan apa saja demi dia. Tidak mau kan dimanfaatin doang? Maka kita harus tetap berhati-hati dalam menunjukkan perhatian.

4. Memberi tanpa ada feedback atau balasan
Rasa menyayangi secara tidak langsung akan medorong kita untuk memberikan hal-hal yang bisa membuatnya bahagia. Karena memang mecintai tujuannya untuk membahagiakan orang yang kita sayangi. Tapi kalau pada bagian mecintai sendirian ini sayangnya hanya kita yang memberi, tidak ada balasan dari dia. Bukan berarti kita tidak iklas memberi, tapi bukankah kalau kita saling jatuh cinta kita akan saling meberi satu sama lain? Entah itu perhatian atau hal-hal kecil lainnya. Ayo coba ingat lagi berapa banyak hal yang sudah kamu berikan dan bagaimana balasannya untukmu? Hati-hati kamu hanya di manfaatkan ya!

5.  Menunggu
Hal terakhir ini yang paling membuang waktumu menjadi sia-sia. Tidak ada satupun orang yang bisa menjamin penantianmu akan berakhir bahagia. Sabar menunggu bertahun-tahun berharap dia akan membuka hatinya untukmu. Jangan terlalu percaya dengan serial drama korea yang happy ending story. Ini kehidupan nyata, pahit akan selalu ada, bahagia yang kita harapkan belum tentu terjadi. Perlu kita ketahui jika benar dia mencintaimu dia tidak akan membuatmu menunggu. 


Nah, dari 5 ciri mencintai sendirian diatas ada dua kemungkinan resiko yang akan kamu alami jika kamu terus bertahan pada cinta sendirian yang kamu jalani. Yang pertama, dia mungkin akan memberi feedback karena kasihan. Melihatmu  terus mendekatinya, mau melakukan apapun demi dia, dan mengorbankan banyak hal untuk kebahgiaannya, dia akan baik dan meresponmu karena kasihan. Kalau saya sih tidak mau disayangi Karena kasihan. Yang kedua, dia hanya memanfaatkanmu. Jahat ya? Tapi ini kenyataan yang benar adanya. Dia menyadari kelemahanmu yang rela berkorban untuknya, dia akan memintamu untuk melakukan ini itu. Bahkan tipe yang kedua ini akan datang dan baik kepadamu jika ada butuhnya saja.
cr: Caroline Stankiewicz

Perlu kita sadari mulai saat ini, jangan memperjuangkan atau mengorbankan apapun untuk orang yang baru kamu sukai dengan dalih agar dia luluh. Karena jika dia tidak menyukaimu, dia tidak akan luluh seberapapun besar penjuganmu. Dan jika benar dia menyayangimu, tanpa kamu melakukan apapun dia pasti datang padamu.

Yang namanya cinta sendirian adalah bukti ketulusan paling suci, memang benar adanya. Dari hal ini kamu akan belajar banyak tentang iklas memberi tanpa mengharap kembali, mencintai tanpa harus dicintai kembali. Tapi mau sampai kapan menyiksa diri sendiri? awalnya kamu akan baik-baik saja mencintai sendirian tapi seiring berjalannya waktu kamu akan capek, lelah, dan menyiksa hati sendiri. siapapun kamu, kamu layak untuk dicintai. Percayalah, waktu akan membawamu menemukan orang yang tepat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perawan Sebelum Menikah, Pentingkah?

Sudah tidak perawan sebelum menikah, salah nggak sih? Cr :Artfucker Bicara tentang keperawanan pasti banyak pro dan kontra dikalangan millenial. Beberapa orang masih menganggap keperawanan adalah hal yang sangat penting untuk dijaga sampai menikah, beberapa lagi merasa dirinya open minded tidak terlalu mempermasalahkan keprawanan sebagai tolak ukur pernikahan. Mereka yang tidak menjadikan keperawanan sebagai harga mati berfikir logis bahwa banyak hal yang lebih penting yang perlu dimiliki perempuan sebelum menikah, misalnya pola pikir atau mindset, attitude, gratitude, tingkah laku, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan hubungannya pada orang lain. Berikut jawaban beberapa orang yang saya dapatkan dari Q and A di akun instagram saya mengenai seberapa penting keperawanan menurut mereka: “Penting, bukan cuma untuk calon suami kelak, tapi juga untuk emosial diri sendiri agar tidak insecure sama diri sendiri.” “Pria itu membimbing kedepannya agar lebih baik, buruknya w...

Realistis: Ngajak Nikah Tapi Hidup Susah, "Aku sih Nggak Mau!"

"Hidup sudah susah, setelah nikah masih mau ngajak susah? Aku sih Nggak Mau". Coba Jawab 3 pertanyaan ini dulu! Source: Car Magazine Laki-laki kaya yang sering disebut pria mapan saat ini menjadi calon suami idaman millenial era four point zero . Dalam hal ini yang dimaksud adalah pekerjaan dan pendapatannya menjadi kriteria utama bagi kebanyakan perempuan di Indonesia.   Setiap perempuan memiliki standar yang wajib dimiliki laki-laki untuk menjadi suaminya. Zaman sekarang, bagi anak muda, kekayaan menjadi salah satu ukuran. Sering sekali menjadi perdebatan sengit saat salah seorang membahas pernikahan yang menyinggung perihal urusan financial. Saya sempat mencoba mengajukan pertanyaan di aplikasi Quora Indonesia, begini pertanyaannya: “ Mengapa wanita millenal tidak mau menikah dengan pria miskin atau pas-pasan?” Sebuah akun dengan nama Selly V menjawab “Hanya sebagian wanita era millenial yang tidak mau menikah degan pria yang hidup pas-pasan apalagi miskin...