![]() |
| cr: Joan Alturo |
1. Rasa yang tidak berbalas
Pasti sakit
banget kan ya? Jatuh cinta, memberi kasih sayang, dan melakukan yang terbaik
demi dia tapi dia tidak punya perasaan yang sama ke kita? Ingin menuntut lebih
tapi tidak punya hak. Kadang perasaan memberontak, kenapa dia tidak mencintai
kita seperti yang kita lakukan? Apa tidak bisa kita saling jatuh cinta saja
seperti FTV yang tayang setiap jam 10 pagi? Tapi ya begitulah hati, tidak bisa
dipaksa apalagi diatur. Detak jatung kita sendiri saja kita tidak bisa
mengaturnya, apalagi hati orang lain?
2. Diam-diam mencintai
Bagian ini
menurut saya adalah yang paling nenyakitkan. Hanya bisa mengagumi dari jauh,
diam-diam memperhatikan, diam-diam memohon doa pada Tuhan, diam-diam berharap
agar dia peka dengan perasaan kita, dan mengerti kalau kita memiliki perasaan
padanya. Tapi perlu kita ingat, tidak semua orang bisa paham dengan keinginan
kita jika hanya memberi kode tanpa komunikasi. Ya memang beberapa keadaan
memaksa kita untuk menyimpan rasa sayang kita sendiri tidak peduli seberapa
dalam perasaan itu.
![]() |
| cr: Stefan Koidl |
3. Pengorbanan dan ketulusan
Karena
perasaan yang terlalu dalam kepada seseorang, kita jadi rela berkorban
melakukan apapun demi dia, yang penting dia bahagia. Melihatnya bahagia saja
kita sudah ikut bahagia, walaupun dia bahagianya tidak bersama kita. Terkadang
perasaan cintai memang membutakan mata dan pikiran. Jangan seperti itu ya!
melakukan hal yang melampaui batas sampai kita mau melakukan apapun untuk dia.
Menunjukkan rasa sayang, kita tidak perlu berkorban sampai merugikan diri
sendiri.Nanti justru kita dimanfaatkan olehnya karena dia tau kita mau
melakukan apa saja demi dia. Tidak mau kan dimanfaatin doang? Maka kita harus
tetap berhati-hati dalam menunjukkan perhatian.
4. Memberi tanpa ada feedback atau
balasan
Rasa
menyayangi secara tidak langsung akan medorong kita untuk memberikan hal-hal
yang bisa membuatnya bahagia. Karena memang mecintai tujuannya untuk
membahagiakan orang yang kita sayangi. Tapi kalau pada bagian mecintai
sendirian ini sayangnya hanya kita yang memberi, tidak ada balasan dari dia.
Bukan berarti kita tidak iklas memberi, tapi bukankah kalau kita saling jatuh
cinta kita akan saling meberi satu sama lain? Entah itu perhatian atau hal-hal
kecil lainnya. Ayo coba ingat lagi berapa banyak hal yang sudah kamu berikan
dan bagaimana balasannya untukmu? Hati-hati kamu hanya di manfaatkan ya!
5. Menunggu
Hal terakhir ini yang paling membuang waktumu
menjadi sia-sia. Tidak ada satupun orang yang bisa menjamin penantianmu akan
berakhir bahagia. Sabar menunggu bertahun-tahun berharap dia akan membuka
hatinya untukmu. Jangan terlalu percaya dengan serial drama korea yang happy
ending story. Ini kehidupan nyata, pahit akan selalu ada, bahagia yang kita
harapkan belum tentu terjadi. Perlu kita ketahui jika benar dia mencintaimu dia
tidak akan membuatmu menunggu.
Nah, dari 5
ciri mencintai sendirian diatas ada dua kemungkinan resiko yang akan kamu alami jika kamu terus
bertahan pada cinta sendirian yang kamu jalani. Yang pertama, dia mungkin akan memberi
feedback karena kasihan. Melihatmu terus
mendekatinya, mau melakukan apapun demi dia, dan mengorbankan banyak hal untuk
kebahgiaannya, dia akan baik dan meresponmu karena kasihan. Kalau saya sih
tidak mau disayangi Karena kasihan. Yang kedua, dia hanya memanfaatkanmu. Jahat
ya? Tapi ini kenyataan yang benar adanya. Dia menyadari kelemahanmu yang rela
berkorban untuknya, dia akan memintamu untuk melakukan ini itu. Bahkan tipe
yang kedua ini akan datang dan baik kepadamu jika ada butuhnya saja.
![]() |
| cr: Caroline Stankiewicz |
Perlu kita sadari mulai saat ini, jangan memperjuangkan atau mengorbankan apapun untuk orang yang baru kamu sukai dengan dalih agar dia luluh. Karena jika dia tidak menyukaimu, dia tidak akan luluh seberapapun besar penjuganmu. Dan jika benar dia menyayangimu, tanpa kamu melakukan apapun dia pasti datang padamu.
Yang namanya cinta sendirian adalah bukti ketulusan paling suci, memang benar adanya. Dari hal ini kamu akan belajar banyak tentang iklas memberi tanpa mengharap kembali, mencintai tanpa harus dicintai kembali. Tapi mau sampai kapan menyiksa diri sendiri? awalnya kamu akan baik-baik saja mencintai sendirian tapi seiring berjalannya waktu kamu akan capek, lelah, dan menyiksa hati sendiri. siapapun kamu, kamu layak untuk dicintai. Percayalah, waktu akan membawamu menemukan orang yang tepat.



Komentar
Posting Komentar