Sudah tidak perawan
sebelum menikah, salah nggak sih?
![]() |
| Cr :Artfucker |
Bicara
tentang keperawanan pasti banyak pro dan kontra dikalangan millenial. Beberapa
orang masih menganggap keperawanan adalah hal yang sangat penting untuk dijaga
sampai menikah, beberapa lagi merasa dirinya open minded tidak terlalu
mempermasalahkan keprawanan sebagai tolak ukur pernikahan. Mereka yang tidak
menjadikan keperawanan sebagai harga mati berfikir logis bahwa banyak hal yang
lebih penting yang perlu dimiliki perempuan sebelum menikah, misalnya pola pikir
atau mindset, attitude, gratitude, tingkah laku, dan hal-hal lain yang
berkaitan dengan hubungannya pada orang lain.
Berikut
jawaban beberapa orang yang saya dapatkan dari Q and A di akun instagram saya
mengenai seberapa penting keperawanan menurut mereka:
“Penting, bukan
cuma untuk calon suami kelak, tapi juga untuk emosial diri sendiri agar tidak
insecure sama diri sendiri.”
“Pria itu
membimbing kedepannya agar lebih baik, buruknya wanita bukan hal yang perlu
diperdebatkan.” kata seorang pria.
“Virgin or
not, woman still have value and deserve to be loved.” kata pria lainnnya.
“Penting
banget, maka dari itu kita harus menjaganya dengan baik.”
“Penting
pakai banget.”
“Sekedar
selaput tipis yang sebenarnya tak perlu dipermasalahkan.”
“Sensitive
nih ngomongin ini, dan aku pernah dialog sama temen cewek, dan kita beda
persepsi.” Kata seorang pria paruh baya.
“Perawan
itu bonus, karena percuma masih perawan kalau ngga bisa diajak berkomitmen.”
“Penting
sih menurut aku. Secara aku udah nikah. Suami bilang terimakasih udah
menjaganya. Seneng banget kan?”
![]() |
| Source : Pinterest |
“Keperawanan
itu penting sekali, sangat berharga, harus dijaga sampai menikah.” iya betul,
saya setuju dan sangat mengapresiasi perempuan-perempuan yang masih menjaga
miss Vnya sampai menikah. Tapi ingat, yang harus dijaga dari perempuan ada
banyak macamnya dan sama pentingnya. Misal: attitude dan pola pikir. Karena
sekalipun kamu menjaga miss V dengan baik kalau attitudenya buruk ya berkurang
nilaimu sebagai perempuan.
Pola pikir
juga harus selalu berkembang, open minded, melihat segala sesuatu dari berbagai
sudut pandang. Misal, karena kita masih perawan bukan berarti kita paling suci
kemudian memandang rendah perempuan lain yang sudah kehilangan keperawanannya.
Bahwasannya kita tahu tidak semua dari mereka yang sudah kehilangan
keperawanannya dilakukan dengan sengaja.
“Yah, aku
udah ngga perawan, suamiku nanti mau nerima aku ngga ya?” don’t being insecure
dear. Kamu tetap berharga terlepas kamu masih virgin atau tidak. Jangan
khawatir pun berkecil hati ataupun takut tidak diterima dengan baik. Laki-Laki
yang bijak akan menjagamu, menghargaimu, dan menuntunmu kearah yang baik.
Jikalau ada laki-laki yang menuntut keperawananmu, sungguh, dia tidak layak
hidup berdampingan denganmu. Hanya karena kamu kehilangan keperawanan bukan
berarti kamu hina atau lebih rendah dari mereka yang masih perawan.
Tapi jangan
disalah gunakan juga ya! Maksudnya gini, “ah udah terlanjur ngga perawan ini,
ngga papalah sex bebas. Toh jaman sekarang sudah banyak laki-laki yang mau nerima
kenyataan kalau istrinya sudah tidak perawan. Mereka juga pasti banyak yang
tidak perjaka lagi.” Jangan ya! Kau harus menjaga dirimu sendiri,
bertanggungjawab atas tubuhmu sendiri, bukan untuk calon suamimu saja tapi juga
untuk masa depan dan kesehatanmu.
![]() |
| Cr : Qing Han |
“Aku takut
nanti pacarku kecewa, aku mending jujur dari sekarang atau jadi rahasia aja
ya?” Kalau masih tahap seru-seruan pacaran, kamu tidak perlu menceritakan
masalalumu sejauh itu. Kecuali kalau kalian sudah ketahap yang lebih serius,
masalah ini harus dibicarakan berdua. Tujuannya bukan untuk saling menuntut
tapi untuk kesehatan kalian berdua. ”Dia sudah berapa kali berhubungan sex?
Dengan siapa saja dia melakukan hubungan tersebut?” kalau sudah tahu jawabannya
kita bisa tentukan tindakan selanjutnya. Misal, sudah sering berhubungan badan
dengan mantannya dulu, berganti pasangan sampai 9 kali. Nah tindakan
selanjutnya adalah cek kesehatan, sorry to say ada penyakit kelamin tidak,
perlu pengobatan atau tidak. Ingat ya, ini untuk kesehatan bukan justru
ditinggalkan setelah tahu kenyataannya. Harus saling jujur dan terbuka adalah
kunci pernikahan. Menikah kan demi kehidupan dan kebahagiaan berdua.



Sebetulnya bukan fokus keperawanannya,karena bisa saja wanita tidak perawan lg karena suatu kecelakaan atau penyakit...namun menjaga keperawanan adalah cerminan dari akhlak seorang wanita, dimana pria baik akan memprioritaskan terlebih dahulu wanita yg berakhlak baik.
BalasHapus